CITY TOUR

Banda Aceh merupakan sebuah kota tua dengan nama sebelumnya Koetaradja yang pada 22 April lalu, usianya genap 814 tahun. Banyak hal dapat dinikmati di kota syar’i ini mulai dari wisata religi sampai dengan suguhan keindahan panorama alamnya.

Masjid Raya Baiturrahman adalah salah satu wisata religi yang menyimpan nilai historis yang berharga dalam perjalanan masa sebuah kota yang berada di penghujung Sumatera ini. Masjid Raya ini adalah landmark Kota Banda Aceh yang selamat dari Tsunami Samudera Hindia 2004 yang merupakan simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan, dan nasionalisme Rakyat Aceh. Masjid Raya yang asli dibangun pada 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (versi lainnya pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah). Suasana di lingkungan masjid memberikan nuansa ketenangan spiritual dan rohani dan kini rumah ibadah ini merupakan pusat perkembangan islam di Banda Aceh.

Bukti kedahsyatan tsunami di Banda Aceh dapat ditemui dengan mengunjungi Museum Tsunami. Kapal PLTD Apung yang terseret arus tsunami mencapai jarak 3 km dari lokasi tambatnya. Selain itu, Kapal di Atas Rumah di Gampong Lampulo merupakan saksi bisu tingginya run-up tsunami pada 26 Desember 2004 silam di daratan kota ini.

Nilai sejarah dan kebudayaan masa lampau Aceh direpresentasikan oleh peninggalan-peninggalan leluhur yang tersimpan di Museum Aceh. Keindahan bahari dengan hamparan pasir putih dan birunya laut dilukiskan secara keseluruhan dalam keutuhan pemandangan Pantai Lampuuk. Hembusan angin dan suara deburan ombak di sore hari pantai ini memberikan nuansa surgawi, apalagi diiringi dengan hidangan sebutir kelapa muda hijau.

Untuk menikmati perjalanan wisata ini silahkan mendaftarkan diri melalui http://konteks.id/pendaftaran/ atau silahkan menghubungi kesekretariatan kami via:
Email : tekniksipil@unsyiah.ac.id 
CP : Juliana Fisaini, ST., MT. (wa: +6281377412304)