Perbedaan Vaksin Sinovac dan Vaksin Merah Putih

Kesehatan

Hasil yang menjanjikan dari vaksin untuk virus corona tengah menjadi berita hangat. Akan tetapi, vaksin tersebut merupakan vaksin dari luar negeri seperti dari Cina dan Amerika Serikat. Vaksin yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan biofarmasi tersebut dicanangkan untuk penanganan jangka pendek di mana sangat dibutuhkan untuk penanganan saat ini.

Akan tetapi, karena mulai masuknya vaksin dari Sinovac asal Cina, sedikit orang yang tahu bahwa Indonesia sendiri tengah mengembangkan vaksin sendiri untuk menangani kasus corona ini. Vaksin corona Merah Putih ditangani oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman di bawah pengawasan Kementerian Riset dan Teknologi. Dengan adanya pengembangan vaksin dalam negeri ini maka di Indonesia saat ini tengah dilakukan dua pengujian vaksin. Bagi Sinovac, kemungkinan besar di bulan Januari 2021 satu sudah dapat izin edar namun diutamakan untuk tenaga kesehatan, sedangkan Merah Putih baru bisa diedarkan di bulan Desember 2021.

Perbedaan Vaksin Sinovac dan Merah Putih

Pengembangannya memang masih jauh dari hasil akhir dan diperkirakan baru akan bisa digunakan pada akhir tahun mendatang di tahun 2021. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan vaksin Merah Putih dan vaksin Sinovac ini?

1. Perbedaan Media atau Platform Pengembangan Vaksin

Ada beberapa hal yang membedakan vaksin Merah Putih dan vaksin Sinovac. Perbedaan paling mendasar adalah dari media atau platform yang digunakan untuk mengembangkan vaksin tersebut. Pada vaksin CoronaVac hasil buatan Sinovac dibuat dari satu virus. Virus tersebut kemudian diperbanyak di lab. Virus kemudian dipisahkan lalu diinaktivasi (inactivated virus) atau virus dilemahkan.

Virus yang sudah lemah atau inaktif ini kemudian diformulasikan supaya aman bagi tubuh manusia. Ketika vaksin corona diberikan ke tubuh manusia nantinya akan memancing reaksi tubuh supaya memunculkan imunitas ketika orang tersebut melakukan kontak dengan virus corona. Supaya vaksin semacam ini berhasil biasanya diperlukan beberapa dosis sampai akhirnya bisa kebal terhadap virus.

Hal ini sangat berbeda dengan vaksin Merah Putih yang dikembangkan menggunakan metode rekombinan. Maksudnya adalah pembuatan vaksin menggunakan bagian-bagian tertentu yang dianggap penting dari virus tersebut. Sedangkan Sinovac menggunakan keseluruhan virus. Tahap selanjutnya adalah bagian tersebut kemudian dikembangkan di lab dan dibuat antigennya.

Pengembangan vaksin corona yang memanfaatkan bagian tertentu dari virus ini memakan waktu yang cukup lama. Apalagi tidak semua lab di Indonesia memiliki fasilitas yang sesuai untuk mengembangkan vaksin Merah Putih. Butuh teknik khusus untuk menemukan protein S dan N yang digunakan untuk membuat vaksin dari virus tersebut. Dari bulan Maret hingga saat ini, prosesnya baru mencapai 55 persen.

2. Perbedaan Pada Virus yang Digunakan untuk Membuat Vaksin

Perbedaan selanjutnya terletak pada virus yang digunakan untuk membuat vaksin. Vaksin buatan Sinovac menggunakan virus asal Wuhan, China. Sedangkan vaksin yang dikembangkan di Indonesia menggunakan virus yang berkembang di Indonesia. Meskipun virus di Indonesia sama-sama berasal dari Cina akan tetapi virus itu sudah mengalami mutasi acak sehingga membuatnya berbeda dari virus di Cina.

Untuk bisa melihat hasil uji dari vaksin Merah Putih masih harus menunggu lama. Tapi untuk hasil uji Sinovac akan segera terlihat hasilnya. Pemerintah, khususnya BPOM bahkan sudah mulai berencana mempercepat pemberian izin edar untuk vaksin ini. Meskipun begitu, diharapkan pengujian tidak dilakukan secara tergesa demi keamanan dan keselamatan dalam pemakaian vaksin tersebut.

Kesehatan warga Indonesia tetap menjadi nomor satu dan tidak boleh diabaikan. Walaupun kehadiran vaksin corona dinantikan hal tersebut tidak boleh diabaikan. Untuk lebih mengetahui bagaimana melakukan protokol kesehatan sembari menanti kehadiran vaksin tersebut kamu bisa mencari informasi dari Halodoc, situs dan aplikasi yang akan membantumu dalam mengurus kebutuhan kesehatan Anda. Halodoc bahkan menyediakan fitur konsultasi dengan dokter lho, sehingga tidak perlu keluar rumah untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *